Encoding adalah proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan komunikasi data dan penyimpanan data. Kedua hal inilah yang saling mendukung untuk mengubah bentuk sinyal sehingga bisa disalurkan dari pengirim ke penerima. Proses encoding menghasilkan string yang kemudian disebut kromosom. String terdiri dari sekumpulan bit. Bit ini dikenal sebagai gen. Jadi satu kromosom terdiri dari sejumlah gen.
Ada bermacam-macam teknik encoding yang dapat dilakukan dalam algoritma genetika. Beberapa teknik-teknik encoding itu antara lain adalah binary encoding, permutation encoding, value encoding serta tree encoding. Teknik encoding yang digunakan pada Traveling Salesman Problem adalah
permutation encoding. Dalam hal modulasi, komunikasi data ada yang menggunakan sinyal digital. Tetapi komunikasi ini memiliki kelemahan yaitu jarak tempuh yang tidak terlalu besar akibat pengaruh noise berupa redaman yang terjadi pada media transmisi. Sedangkan komunikasi data menggunakan sinyal analog jarak tempuhnya akan menjadi lebih besar.
Untuk pensinyalan digital, suatu sumber data g(t) dapat berupa digital atau analog yang di encode menjadi suatu sinyal digital x(t). Untuk pensinyalan analog, input sinyal m(t) dapat berupa analog atau digital dan disebut sinyal pemodulasi (sinyal baseband), yang dimodulasi menjadi sinyal termodulasi s(t). Dasarnya adalah memodulasi sinyal carrier yang sesuai dengan medium transmisinya. Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
Sistem encoding
Dalam sistem yang besar ini dapat menyebabkan masalah. Jadi kita sering menemukan bahwa sistem pengkodean komersial berbasis di sekitar kode nomor. Ada sistem yang berbeda tetapi berikut ini adalah yang paling umum.
1) Urutan Kode: - Setiap item hanya diberi nomor berikutnya secara berurutan. Pemeriksaan nomor kandidat sering merupakan bentuk kode urutan.
Intand= 1001
Gung Pram = 1002
Dewi = 1003
Arys = 1004 dll
2) Kode blok : Angka dalam urutan tertentu yang dialokasikan untuk urutan tertentu (kisaran) dari item. Beberapa bank menggunakan kode blok untuk nomor account pelanggan, membagi pelanggan sesuai dengan tempat mereka tinggal.
North East = 1000000-1999999
North West = 2000000-2999999
Midlands = 3000000 -3999999 dll
3) Kode deskriptif: - beberapa kode menggabungkan beberapa informasi tentang item tersebut. Misalnya celana jeans sering memiliki ukuran pinggang termasuk dalam kode produk - sistem NB ini menggunakan kode blok untuk produk
sempit kaki celana jeans = 5000
Pinggang 27 = 5027
Pinggang 33 = 5033
Pinggang 35 = 5035
4) Kombinasi Kode: - Ini adalah yang paling umum, sering menggabungkan banyak sistem di atas. Biasanya setiap bagian dari kode memberikan rincian spesifik tentang item.
Teknik Encoding
Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
Macam – macam teknik encoding :
• Data digital, sinyal digital
• Data analog, sinyal digital
• Data digital, sinyal analog
• Data analog, sinyal analog
DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
Sinyal digital adalah sinyal diskrit dengan pulsa tegangan diskontinyu. Tiap pulsa adalah elemen sinyal data biner diubah menjadi elemen – elemen sinyal.
# Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary ditransmisikan dengan meng-encoder-kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.
Ketentuan :
• Unipolar: Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama yaitu positif semua atau negatif semua.
• Polar :adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu state logic dinyatakan oleh level tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negatif
• Rating Data : Rating data transmisi data dalam bit per secon
• Durasi atau panjang suatu bit: Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit
• Rating modulasi
• Rating dimana level sinyal berubah
• Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik
• Tanda dan ruang
• Biner 1 dan biner 0 berturut-turut
• Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik.
• Istilah mark dan space menyatakan digit binary ’1′ dan ’0′.
Tugas-tugas receiver dalam mengartikan sinyal-sinyal digital:
• receiver harus mengetahui timing dari tiap bit
• receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit high(1) atau low(0).
Tugas-tugas ini dilaksanakan dengan men-sampling tiap posisi bit pada tengah-tengah interval dan membandingkan nilainya dengan threshold.
Faktor yang menentukan sukses dari receiver dalam mengartikan sinyal yang datang :
• Data rate (kecepatan data) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error
rate (kecepatan error dari bit).
• S/N : peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate.
• Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate.
Lima faktor yang perlu dinilai atau dibandingkan dari berbagai teknik komunikasi :
• Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
• Clocking : menentukan awal dan akhir dari tiap posisi bit dengan mekanisme synchronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
• Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
• Interferensi sinyal dan Kekebalan terhadap noise
• Biaya dan kesulitan : semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.
Faktor-faktor penerjemahan sinyal yang sukses :
• Perbandingan sinyal dengan noise(gangguan)
• Rating data
• Bandwidth
Perbandingan Pola-Pola Encoding
• Spektrum sinyal
Keuntungan differensial encoding :
• lebih kebal noise
• tidak dipengaruhi oleh level tegangan.
Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI :
• keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang buruk
NRZ
REFF :
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=encoding%2Badalah&source=web&cd=3&ved=0CCMQFjAC&url=http%3A%2F%2Fwww.unhas.ac.id%2Ftahir%2FBAHAN-KULIAH%2FKOMDAT%2Fbahasa-indonesia%2FMateri%2520Presentasi%2520Kelompok%2F8B-10B%2520Encoding%2F8B-10B%2520Encoding.doc&ei=U5ijTvSgGorsrAeIm5zqAg&usg=AFQjCNHkKrVlofCD5zGTtKScwy7Le4RfFA&cad=rja
- http://my.opera.com/meritayusuf/blog/2011/01/18/tekhnik-sinyao-encoding
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Encoding%2Bdata&source=web&cd=1&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fatit.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F7655%2FTayang%2B2%2B-%2BData%2BEncoding.pdf&ei=zIqjTtnKMpGqrAf2kq39Ag&usg=AFQjCNEORXP0sWVIXuIC6p364kBtBZo8Zw&cad=rja
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Encoding%2Bdata&source=web&cd=2&ved=0CC0QFjAB&url=http%3A%2F%2Fnryulia.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5160%2FKomdat3_pengkodean%2Bdata.doc&ei=zIqjTtnKMpGqrAf2kq39Ag&usg=AFQjCNGl3xITPdRFXlafhhuVSD8J5Fg_aA&cad=rja
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Encoding%2Bdata&source=web&cd=1&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fatit.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F7655%2FTayang%2B2%2B-%2BData%2BEncoding.pdf&ei=zIqjTtnKMpGqrAf2kq39Ag&usg=AFQjCNEORXP0sWVIXuIC6p364kBtBZo8Zw&cad=rja
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Encoding%2Bdata&source=web&cd=3&ved=0CDMQFjAC&url=http%3A%2F%2Fridha.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5249%2FTayang%2B5%2B-%2BLapisan%2BOSI.pdf&ei=zIqjTtnKMpGqrAf2kq39Ag&usg=AFQjCNGO-Oe2umb9a_u86JOPLLGS4tGDOg&cad=rja
- http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.teach-ict.com/as_a2/topics/data_info_know/datainfo/coding_of_data.htm&ei=zIqjTtnKMpGqrAf2kq39Ag&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=5&ved=0CEYQ7gEwBA&prev=/search%3Fq%3DEncoding%2Bdata%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3DI9U%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26biw%3D1525%26bih%3D720%26prmd%3Dimvns
Tidak ada komentar:
Posting Komentar