Jumat, 25 November 2011

"Aku Disaat Itu"

awal kenal berawal dari ikut semester pendek,
ga tau apa memang kayak gini jalannya.. dulu memang tak sedikitpun
ada perasaan ke kamu, tapi setelah mengenal beberapa bulan, aku nyaman
sama kamu.. sejak aku merasa nyaman, sejak itu kamu adalah semangat bagiku
dalam kuliah, masi inget jelas waktu SP (semester pendek) aku ragu buat maju
nulis ke depan, tapi karna kamu yang kasi aku semangat buat maju kedepan,
aku akhirnya maju kedepan.. karna kamu aku semangatt.. aku berusaha bisa.
karna baca sms'mu aku brani maju..
aku saat mengenalmu..
aku merasa menemuka smangatt baru dalam diriku..saling kasi nasihat, saling
kasi motifasi biar sama2 jadi lebih baik. sejak aku kenal kamu, sebenernya cuma
satu tujuan'ku buat kamu, bukan berharap jadi seseorang yang spesial dimatamu, bukan
ingin jadi orang yang bisa kamu cinta juga. tapi aku pengen liat perubahanmu dalam kuliah.
karna itu aku ga bosen2 kasi kamu semangat lebih daripda temen2ku yang lain.
tapi lambah laun..
kita memang makin deket, bahkan deket banget..
kamu bilang sayang ke aku, sejak itu aku juga merasa hal yang sama.. bahkan aku sangat nyaman.
bulan demi bulan berlalu..
tanpa status resmi yang mengikat hubungan kita.. kamu bilang kamu sayang aku, kamu cinta aku.
kamu selalu kasi semangat ke aku..Aku seneng disaat aku merasa down ada seseorang yang aku sayang juga
kasi aku smangat.
aku masi inget dan masi aku simpan semua sms'mu.. kata2 sayang,cinta,tulus,sungguh2,takut kehilangan aku, semuanya
masi aku simpen.
tapi kenapa hari makin hari jadi tak pasti??
Tuhan adil??
setelah memang aku bersungguh2 dan banyak janji yang kita buat, semua jadi hancur.
mungkin memang dengan sifat jelekku...atau memang km yang kurang sabar dan mengerti aku, aku ga ngerti.
semua hancur gitu aja... badai selalu dateng, ada aja hal yang buat kita salah paham dan cekcok.
sekarang...
aku kehilangan senyummu, tawamu, kata2 smangatmu buat aku yang slalu ada buat aku disaat aku down..
aku ga pengen sebenernya memikirkan.. disaat kamu bilang jauhin aku. aku ga bisa lakuin itu, aku ga pernah bisa.
tapi makin aku mempertahankan dengan cara apapun, aku makin ngrasa sakit denger kata2mu..
aku memang salah, tapi harus seperti ini?
aku ga pernah ingin yang seperti ini.. justru aku pengen pertahanin semua janji2 kita yang uda kita buat.
hmmmm.... Tuhan, mungkin ini karma dimasa lalu seblom reingkarnasi seperti yang di bilang Dewi Purwati dan Surya Udayana..
apapun yang terjadi kita harus syukuri, kita nikmati..
ya kalo memang jalannya seperti ini, aku iklas.
aku suda cukup hancur, ga seperti sebelum2nya aku jatuh cinta pada cow.
tumben seperti ini aku pertahankan perasaanku..
tapi semua berakhir sia-sia...
yaa... saya Iklas Tuhan.. iklas.. kali ini saya tak hanya bicara iklas, tapi saya bener2 iklas.
Saya minta, tolong berikan kekuatan hati pada saya.. jangan sesekali melemahkan saya pada hal seperti ini.
Saad ini yang Saya minta adalah ketenangan dalam diri saya.. Berikan Kedamaian dalam hati saya Tuhan...
Trimakasih Tuhan Atas semua yang telah terjadi.. Berserah hanya padamu Tuhanku Sang Hyang Widhi Wasa.. :* :*

Sabtu, 22 Oktober 2011

ENCODING DATA

Encoding adalah proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan komunikasi data dan penyimpanan data. Kedua hal inilah yang saling mendukung untuk mengubah bentuk sinyal sehingga bisa disalurkan dari pengirim ke penerima. Proses encoding menghasilkan string yang kemudian disebut kromosom. String terdiri dari sekumpulan bit. Bit ini dikenal sebagai gen. Jadi satu kromosom terdiri dari sejumlah gen.
Ada bermacam-macam teknik encoding yang dapat dilakukan dalam algoritma genetika. Beberapa teknik-teknik encoding itu antara lain adalah binary encoding, permutation encoding, value encoding serta tree encoding. Teknik encoding yang digunakan pada Traveling Salesman Problem adalah
permutation encoding.
Dalam hal modulasi, komunikasi data ada yang menggunakan sinyal digital. Tetapi komunikasi ini memiliki kelemahan yaitu jarak tempuh yang tidak terlalu besar akibat pengaruh noise berupa redaman yang terjadi pada media transmisi. Sedangkan komunikasi data menggunakan sinyal analog jarak tempuhnya akan menjadi lebih besar.

Untuk pensinyalan digital, suatu sumber data g(t) dapat berupa digital atau analog yang di encode menjadi suatu sinyal digital x(t). Untuk pensinyalan analog, input sinyal m(t) dapat berupa analog atau digital dan disebut sinyal pemodulasi (sinyal baseband), yang dimodulasi menjadi sinyal termodulasi s(t). Dasarnya adalah memodulasi sinyal carrier yang sesuai dengan medium transmisinya. Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.

Sistem encoding
Dalam sistem yang besar ini dapat menyebabkan masalah. Jadi kita sering menemukan bahwa sistem pengkodean komersial berbasis di sekitar kode nomor. Ada sistem yang berbeda tetapi berikut ini adalah yang paling umum.

1) Urutan Kode: - Setiap item hanya diberi nomor berikutnya secara berurutan. Pemeriksaan nomor kandidat sering merupakan bentuk kode urutan.

Intand= 1001
Gung Pram = 1002
Dewi = 1003
Arys = 1004 dll

2) Kode blok : Angka dalam urutan tertentu yang dialokasikan untuk urutan tertentu (kisaran) dari item. Beberapa bank menggunakan kode blok untuk nomor account pelanggan, membagi pelanggan sesuai dengan tempat mereka tinggal.
North East = 1000000-1999999
North West = 2000000-2999999
Midlands = 3000000 -3999999 dll

3) Kode deskriptif: - beberapa kode menggabungkan beberapa informasi tentang item tersebut. Misalnya celana jeans sering memiliki ukuran pinggang termasuk dalam kode produk - sistem NB ini menggunakan kode blok untuk produk

sempit kaki celana jeans = 5000
Pinggang 27 = 5027
Pinggang 33 = 5033
Pinggang 35 = 5035

4) Kombinasi Kode: - Ini adalah yang paling umum, sering menggabungkan banyak sistem di atas. Biasanya setiap bagian dari kode memberikan rincian spesifik tentang item.

Teknik Encoding

Modulasi adalah proses encoding sumber data dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
Macam – macam teknik encoding :
• Data digital, sinyal digital
• Data analog, sinyal digital
• Data digital, sinyal analog
• Data analog, sinyal analog

DATA DIGITAL, SINYAL DIGITAL
Sinyal digital adalah sinyal diskrit dengan pulsa tegangan diskontinyu. Tiap pulsa adalah elemen sinyal data biner diubah menjadi elemen – elemen sinyal.

# Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital. Data binary ditransmisikan dengan meng-encoder-kan tiap bit data menjadi elemen-elemen sinyal.
Ketentuan :
• Unipolar: Semua elemen-elemen sinyal dalam bentuk yang sama yaitu positif semua atau negatif semua.
• Polar :adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu state logic dinyatakan oleh level tegangan positif dan sebaliknya oleh tegangan negatif
• Rating Data : Rating data transmisi data dalam bit per secon
• Durasi atau panjang suatu bit: Waktu yang dibutuhkan pemancar untuk memancarkan bit
• Rating modulasi
• Rating dimana level sinyal berubah
• Diukur dalam bentuk baud=elemen-elemen sinyal per detik
• Tanda dan ruang
• Biner 1 dan biner 0 berturut-turut
• Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah, dinyatakan dalam bauds atau elemen sinyal per detik.
• Istilah mark dan space menyatakan digit binary ’1′ dan ’0′.

Tugas-tugas receiver dalam mengartikan sinyal-sinyal digital:
• receiver harus mengetahui timing dari tiap bit
• receiver harus menentukan apakah level sinyal dalam posisi bit high(1) atau low(0).
Tugas-tugas ini dilaksanakan dengan men-sampling tiap posisi bit pada tengah-tengah interval dan membandingkan nilainya dengan threshold.

Faktor yang menentukan sukses dari receiver dalam mengartikan sinyal yang datang :
• Data rate (kecepatan data) : peningkatan data rate akan meningkatkan bit error
rate (kecepatan error dari bit).
• S/N : peningkatan S/N akan menurunkan bit error rate.
• Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat meningkatkan data rate.

Lima faktor yang perlu dinilai atau dibandingkan dari berbagai teknik komunikasi :
• Spektrum sinyal : disain sinyal yang bagus harus mengkonsentrasikan kekuatan transmisinya pada daerah tengah dari bandwidth transmisi; untuk mengatasi distorsi dalam penerimaan sinyal digunakan disain kode yang sesuai dengan bentuk dari spektrum sinyal transmisi.
• Clocking : menentukan awal dan akhir dari tiap posisi bit dengan mekanisme synchronisasi yang berdasarkan pada sinyal transmisi.
• Deteksi error : dibentuk dalam skema fisik encoding sinyal.
• Interferensi sinyal dan Kekebalan terhadap noise
• Biaya dan kesulitan : semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.

Faktor-faktor penerjemahan sinyal yang sukses :
• Perbandingan sinyal dengan noise(gangguan)
• Rating data
• Bandwidth
Perbandingan Pola-Pola Encoding
• Spektrum sinyal


Keuntungan differensial encoding :
• lebih kebal noise
• tidak dipengaruhi oleh level tegangan.
Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI :
• keterbatasan dalam komponen dc dan kemampuan synchronisasi yang buruk
NRZ



REFF :